Acep Syahril dikenal sebagai salah satu sastrawan Indonesia yang konsisten berkarya dan berkeliling membacakan puisi di berbagai daerah. Aktivitasnya tidak hanya berpusat pada penciptaan karya sastra, tetapi juga pada pendidikan dan penguatan literasi budaya di tingkat akar rumput.
- Nama lengkap: Acep Syahril
- Tempat, tanggal lahir: Kuningan, Jawa Barat, 25 November 1963
- Profesi: Sastrawan, penulis, pendidik, jurnalis budaya
Latar Keluarga
Acep Syahril berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Informasi mengenai orang tua dan latar keluarga tidak banyak dipublikasikan secara terbuka. Namun, dari perjalanan hidup dan pilihannya berkecimpung di dunia sastra serta pendidikan, dapat dilihat adanya pengaruh nilai-nilai kesederhanaan, kedekatan dengan masyarakat, serta kepedulian sosial yang kuat. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam tema-tema karya puisinya yang sering menyentuh realitas sosial dan kemanusiaan.
Pendidikan
Kiprah Acep Syahril sebagai pengajar sastra dan jurnalistik di berbagai SMP dan SMA menunjukkan penguasaan yang mendalam terhadap bidang sastra, bahasa, dan kebudayaan. Pengalaman panjangnya di dunia kepenulisan dan media turut membentuk kapasitas akademik-praktis yang ia bagikan kepada generasi muda.
Karier dan Aktivitas Publik
Sejak awal 1980-an, Acep Syahril aktif menulis dan membacakan puisi di berbagai wilayah Indonesia. Ia dikenal memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan sastra ke ruang-ruang publik, dari sekolah hingga forum kebudayaan.
Beberapa peran penting yang pernah dan sedang dijalaninya antara lain:
- Pengasuh rubrik Pendidikan, Sastra, dan Budaya di harian Pos Rakyat Bandung
- Pernah mengelola rubrik pendidikan, sastra, dan budaya di SKU Sinar Pagi
- Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) perwakilan Indramayu
- Pengajar ekstrakurikuler Sastra dan Jurnalistik di SMP dan SMA di Indramayu serta sejumlah kota lain di Indonesia
Sejak tahun 1982, Acep Syahril dikenal bersedia membacakan puisinya hampir di seluruh pelosok Indonesia, sebuah aktivitas yang jarang dilakukan secara konsisten oleh sastrawan lain. Ia sendiri menyebutkan bahwa pembacaan puisi dilakukan di berbagai ruang publik, dengan pengecualian tertentu seperti upacara pemakaman dan pesawat terbang.
Prestasi dan Kontribusi
Salah satu klaim yang kerap dilekatkan pada Acep Syahril adalah bahwa ia termasuk penulis Indonesia yang paling luas menjangkau ruang publik melalui pembacaan karya secara langsung di berbagai daerah. Terlepas dari klaim tersebut, kontribusinya dalam memperkenalkan sastra kepada masyarakat luas—terutama pelajar—merupakan capaian yang nyata.
Ia juga aktif mendokumentasikan suara-suara yang jarang terdengar, seperti dalam buku yang memuat surat-surat Tenaga Kerja Wanita (TKW), serta mengapresiasi karya pelajar dan dinamika budaya lokal.
Kumpulan Puisi Tunggal
- Ketika Indonesia Berlari (1995)
- Negri Yatim (2009)
Melalui karya dan aktivitasnya, Acep Syahril menunjukkan visi bahwa sastra tidak semestinya terkungkung di ruang elit atau akademik semata. Sastra, baginya, harus hadir di tengah masyarakat, menjadi sarana refleksi sosial, pendidikan karakter, dan penguatan identitas budaya lokal maupun nasional.