Profil Mariati Atkah: Penyair dan Penggerak Literasi dari Sulawesi Selatan

Mariati Atkah lahir pada 20 Mei 1987 di Soreang, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Berasal dari lingkungan budaya Bugis-Makassar yang kaya akan ...

Mariati Atkah dikenal sebagai penulis puisi, cerpen, esai, dan cerita anak yang aktif berkontribusi dalam perkembangan sastra Indonesia, khususnya dari kawasan Indonesia Timur. Melalui karya-karyanya, ia menghadirkan gagasan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, kemanusiaan, serta pengalaman sosial yang dikemas dengan bahasa puitis dan reflektif.

Mariati Atkah

Identitas dan Latar Belakang

Mariati Atkah lahir pada 20 Mei 1987 di Soreang, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Berasal dari lingkungan budaya Bugis-Makassar yang kaya akan tradisi tutur dan nilai kekeluargaan, ia tumbuh dengan ketertarikan pada dunia literasi dan seni bahasa. Pengaruh lingkungan sosial dan budaya di Sulawesi Selatan turut membentuk sensitivitasnya terhadap isu kemanusiaan, pendidikan, dan kehidupan masyarakat pesisir yang kemudian banyak tercermin dalam karya-karyanya.

Pendidikan dan Perkembangan Literasi

Meski informasi rinci mengenai riwayat pendidikan formalnya tidak banyak dipublikasikan, perjalanan kreatif Mariati Atkah menunjukkan keterlibatan yang kuat dalam komunitas literasi dan kegiatan kepenulisan. Ia menjadi salah seorang pendiri Komunitas Menulis Lego-Lego Makassar, sebuah komunitas yang berperan dalam membangun ruang kreatif bagi penulis muda dan pegiat sastra di Makassar.

Keterlibatannya dalam komunitas literasi memperkuat kapasitasnya sebagai penulis sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pegiat seni dan budaya di Indonesia.

Karier Kepenulisan dan Aktivitas Publik

Sebagai penulis, Mariati Atkah aktif menulis puisi, cerpen, dan esai yang dipublikasikan di berbagai media nasional maupun regional, seperti Harian Fajar, Suara NTB, Lombok Post, Harian Rakyat Sultra, Malut Pos, Tribun Timur, dan Koran Tempo Makassar. Konsistensinya dalam berkarya menjadikannya salah satu suara sastra perempuan dari Indonesia Timur yang diperhitungkan.

Pada tahun 2013, ia terpilih mengikuti Makassar International Writers Festival sebagai emerging writer atau penulis undangan dari Indonesia Timur. Kesempatan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kepenulisannya karena mempertemukannya dengan penulis dan pelaku sastra dari berbagai negara.

Menjelang akhir tahun 2019, Mariati Atkah mengikuti program residensi penulisan bertajuk Weaving Stories yang diselenggarakan oleh Rumata’ ArtSpace bekerja sama dengan British Council. Dari program tersebut lahir buku cerita anak berjudul Tenri dan Kisah Jari-Jari, yang memperlihatkan kemampuannya menjangkau pembaca anak-anak dengan pendekatan yang hangat dan edukatif.

Prestasi dan Kontribusi Sastra

Salah satu pencapaian penting Mariati Atkah adalah penerbitan buku puisi tunggal berjudul Selama Laut Masih Bergelombang oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku tersebut mendapat perhatian luas dan menjadi nomine Penghargaan Sastra kategori puisi yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa pada tahun 2021.

Selain menulis karya tunggal, ia juga aktif terlibat dalam berbagai antologi bersama. Kehadirannya dalam sejumlah proyek sastra menunjukkan komitmennya terhadap perkembangan literasi dan kolaborasi kreatif di Indonesia.

Di bidang sastra anak, ia turut berkontribusi dalam buku Memetik Keberanian (2019), sebuah karya yang dipersembahkan bagi anak-anak korban gempa di Lombok dan Palu. Keterlibatan ini mencerminkan kepeduliannya terhadap isu kemanusiaan dan pendidikan anak melalui medium sastra.

Daftar Karya Mariati Atkah

Buku Puisi Tunggal

  1. Selama Laut Masih Bergelombang (2020)

Buku Anak

  1. Membuat Dunia Tersenyum (2020)
  2. Tenri dan Kisah Jari-Jari (2020)

Antologi Puisi Bersama

  1. Kaki Waktu (2011)
  2. Requiem Bagi Rocker (2012)
  3. Dari Negeri Poci 4 (2013)
  4. Dari Negeri Poci 5 (2014)
  5. Jurnal Sastra The Indonesian Literary Quarterly (2014)
  6. 100 Perempuan Penyair Indonesia (2014)
  7. Kata-Kata yang Tak Menua (2017)
  8. Kepada Toean Dekker (2018)
  9. Sekelebatan Memori Patah Hati (2024)

Buku Anak Antologi Bersama

  1. Memetik Keberanian (2019)

Melalui karya-karyanya, Mariati Atkah menunjukkan komitmen untuk menghadirkan sastra yang dekat dengan kehidupan masyarakat serta mampu menyuarakan pengalaman perempuan, anak-anak, dan komunitas dari wilayah Indonesia Timur. Kiprahnya sebagai penulis dan penggerak komunitas literasi menjadi kontribusi penting dalam memperluas ruang apresiasi sastra Indonesia yang lebih inklusif dan beragam.

Dengan produktivitas dan dedikasinya di dunia literasi, Mariati Atkah terus menjadi salah satu figur penulis yang memberi inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan dan pegiat sastra dari daerah.

© Artikel Populer. All rights reserved.