Profil Djajanto Supra: Sastrawan dan Pegiat Bahasa Indonesia

Djajanto Supra lahir pada tanggal 13 Maret 1943 di Yogyakarta. Ia menempuh pendidikan formal sejak tingkat dasar hingga menengah di Indonesia, ...

Djajanto Supra dikenal sebagai salah satu figur dalam dunia sastra Indonesia, khususnya pada periode 1960-an, yang aktif menulis puisi dan cerita pendek serta terlibat dalam kerja-kerja kebahasaan di tingkat nasional.

  • Nama lengkap: Djajanto Supra
  • Tempat, tanggal lahir: Yogyakarta, 13 Maret 1943

Djajanto Supra

Latar Keluarga

Djajanto Supra lahir dan tumbuh di Yogyakarta, sebuah kota yang sejak lama dikenal sebagai pusat kebudayaan, pendidikan, dan kesenian di Indonesia. Lingkungan sosial dan kultural Yogyakarta pada masa itu memberi ruang yang subur bagi tumbuhnya minat terhadap sastra, bahasa, dan pemikiran humaniora. Meskipun data rinci mengenai latar belakang orang tua dan keluarga tidak banyak dipublikasikan, konteks budaya tempat ia dibesarkan kerap dipandang sebagai salah satu faktor penting yang memengaruhi ketertarikannya pada dunia bahasa dan sastra.

Pendidikan

Djajanto Supra menempuh pendidikan formal sejak tingkat dasar hingga menengah di Indonesia, meliputi:

  1. Sekolah Dasar (SD)
  2. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  3. Sekolah Menengah Atas (SMA)

Pendidikan tingginya ditempuh di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, salah satu institusi akademik terkemuka di bidang humaniora. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1969. Latar pendidikan sastra ini menjadi fondasi penting bagi aktivitas kreatif dan profesionalnya di bidang bahasa dan kesusastraan.

Karier & Aktivitas Publik

Secara profesional, Djajanto Supra pernah bekerja di Direktorat Bahasa dan Kesusastraan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) di Jakarta. Keterlibatannya di lembaga pemerintah tersebut menempatkannya dalam posisi strategis untuk ikut berkontribusi pada pengembangan bahasa dan sastra Indonesia, baik melalui kerja administratif, konseptual, maupun pendukung kebijakan kebudayaan.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa kiprahnya tidak hanya terbatas pada ranah kreatif sebagai penulis, tetapi juga pada ranah institusional yang berkaitan dengan pembinaan bahasa dan kesusastraan nasional.

Prestasi & Karya Sastra

Djajanto Supra dikenal sebagai penulis puisi dan cerita pendek. Karya-karyanya pernah dimuat di sejumlah majalah sastra dan kebudayaan yang berpengaruh, antara lain: Basis, Sastra, dan Horison.

Kehadirannya di media-media tersebut menandakan pengakuan terhadap kualitas dan relevansi karya-karyanya dalam percakapan sastra Indonesia pada masanya.

Selain publikasi di majalah, Djajanto Supra juga membukukan puisi-puisinya dalam bentuk stensilan, sebuah praktik yang cukup lazim di kalangan sastrawan muda era 1960-an. Dua kumpulan puisinya yang dikenal adalah:

  1. Mosaik (1967)
  2. Wajah (1967)

Kedua buku tersebut menjadi penanda awal produktivitas kreatifnya dan mencerminkan semangat eksperimentasi serta pencarian bentuk yang khas pada periode tersebut.

Visi dan Kontribusi

Melalui karya sastra dan kiprahnya di lembaga kebahasaan, Djajanto Supra dapat dipandang sebagai bagian dari generasi yang berupaya memperkaya ekspresi sastra Indonesia sekaligus mendukung pengembangan bahasa Indonesia secara institusional. Kontribusinya menunjukkan perpaduan antara kerja kreatif dan pengabdian di bidang kebudayaan, yang sama-sama penting dalam membangun ekosistem sastra nasional.

© Artikel Populer. All rights reserved.