Profil Djamalul Abidin Ass: Sastrawan, Akademisi, dan Praktisi Penyiaran

Djamalul Abidin Ass merupakan sosok yang memberikan sumbangan berarti bagi dunia bahasa, sastra, dan penyiaran Indonesia. Melalui karya kreatif, ...

Djamalul Abidin Ass dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perkembangan sastra dan bahasa Indonesia, khususnya pada masa awal hingga pertengahan era modern Indonesia. Ia menapaki karier yang memadukan dunia akademik, kepenulisan kreatif, serta praktik jurnalistik dan penyiaran.

  • Nama: Djamalul Abidin Ass
  • Tempat, tanggal lahir: Medan, 12 Desember 1935

Djamalul Abidin Ass

Latar Keluarga

Latar sosial dan budaya Kota Medan—yang sejak lama menjadi ruang pertemuan beragam etnis, bahasa, dan tradisi—diperkirakan memberi pengaruh kuat terhadap kepekaan bahasa serta ketertarikannya pada sastra dan kebudayaan lokal, khususnya wilayah Sumatra Utara dan Melayu Deli.

Lingkungan tersebut tercermin dalam sejumlah karya sastranya yang kerap menampilkan latar, nuansa, dan persoalan manusia dalam konteks lokal yang kuat.

Pendidikan

Djamalul Abidin Ass menempuh pendidikan dasar hingga menengah seluruhnya di Medan:

  1. Sekolah Dasar (SD)
  2. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  3. Sekolah Menengah Atas (SMA)

Pendidikan tinggi ditempuh di Jakarta dengan mengambil Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKSS IKIP Jakarta, dan menekuni studi tersebut hingga tingkat doktoral. Latar akademik ini menempatkannya sebagai sosok yang tidak hanya berkarya secara kreatif, tetapi juga memiliki fondasi teoretis yang kuat dalam linguistik dan sastra Indonesia.

Selain pendidikan formal, Djamalul Abidin Ass juga aktif mengikuti berbagai pelatihan internasional, antara lain:

  1. Kursus Jurnalistik Radio di Jerman (1969–1970)
  2. Kursus Broadcasting Management di Malaysia (1975)
  3. Kursus Public Relations di Inggris (1983)

Pengalaman internasional tersebut memperluas wawasannya dalam dunia komunikasi, penyiaran, dan manajemen media.

Karier dan Aktivitas Profesional

Dalam perjalanan kariernya, Djamalul Abidin Ass pernah bekerja di Direktorat Radio Departemen Penerangan Republik Indonesia di Jakarta. Posisi ini menempatkannya pada jantung pengelolaan informasi publik dan penyiaran negara pada masa ketika radio masih menjadi medium utama komunikasi nasional.

Keterlibatannya di sektor penyiaran memperlihatkan peran ganda Djamalul Abidin Ass sebagai intelektual sekaligus praktisi, yang tidak hanya berbicara tentang bahasa dan sastra dalam ruang akademik, tetapi juga menggunakannya secara nyata dalam media massa.

Prestasi dan Karya

Kontribusi utama Djamalul Abidin Ass terletak pada karya tulis yang mencakup roman, buku bahasa, sastra, dan naskah drama.

Roman

  1. Kiriman Ayahku (1962)
  2. Gadis di Jendela (1962)
  3. Nyala Suci di Pantai Bedagai (1963)

Karya-karya roman tersebut memperlihatkan minatnya pada persoalan kemanusiaan, relasi keluarga, dan realitas sosial, dengan latar yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa itu.

Buku tentang Bahasa dan Sastra Indonesia

  1. Tata Bahasa Indonesia (1963)
  2. Kemampuan Bahasa Indonesia (1963)
  3. Sastra Indonesia Modern (1964)
  4. Tiga Ratus Dua Tanya Jawab Pelajaran Kemampuan Bahasa Gaya Baru (1967)

Buku-buku ini menunjukkan peran penting Djamalul Abidin Ass dalam pengembangan dan pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pada masa ketika standar dan pedagogi bahasa nasional masih terus dibangun.

Buku Puisi Antologi Bersama

  1. Tonggak (1987), antologi puisi bersama yang disusun oleh Linus Suryadi AG

Keikutsertaannya dalam antologi ini menempatkan Djamalul Abidin Ass sebagai bagian dari jaringan penyair Indonesia yang aktif memperkaya khazanah puisi modern.

Karya Lain

  1. Musang Berjanggut: lakon kocak dari Deli (2002)

Karya ini menunjukkan kepeduliannya terhadap budaya lokal serta upaya mengangkat tradisi daerah ke dalam bentuk sastra dan pertunjukan.

Djamalul Abidin Ass merupakan sosok yang memberikan sumbangan berarti bagi dunia bahasa, sastra, dan penyiaran Indonesia. Melalui karya kreatif, buku akademik, serta kiprahnya di lembaga negara, ia turut membentuk lanskap intelektual dan kebudayaan Indonesia pada masanya. Profilnya mencerminkan pertemuan antara tradisi lokal, pendidikan modern, dan pengalaman internasional yang memperkaya perjalanan kebudayaan nasional.

© Artikel Populer. All rights reserved.