Profil Mario F. Lawi: Penyair, Esais, dan Penerjemah dari NTT

Mario F. Lawi merupakan salah satu penyair dan penulis muda Indonesia yang dikenal melalui karya-karya puisi, esai, cerpen, dan terjemahan sastra.

Mario F. Lawi merupakan salah satu penyair dan penulis muda Indonesia yang dikenal melalui karya-karya puisi, esai, cerpen, dan terjemahan sastra. Lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 18 Februari 1991, Mario tumbuh sebagai sosok yang dekat dengan dunia literasi sejak usia muda. Kiprahnya di dunia sastra Indonesia menunjukkan dedikasi yang kuat terhadap pengembangan kebudayaan, bahasa, dan tradisi literer Indonesia, khususnya dari kawasan timur Indonesia.

Profil Mario F. Lawi

Latar Belakang dan Awal Kehidupan

Mario F. Lawi lahir dan besar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketertarikannya terhadap sastra mulai tumbuh sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), terutama melalui aktivitas membaca dan menulis puisi. Bakat menulisnya semakin berkembang ketika ia menempuh pendidikan di SMA Seminari St. Rafael. Di lingkungan sekolah tersebut, Mario mulai mengenal karya-karya penyair Indonesia melalui buku-buku yang tersedia di perpustakaan sekolah.

Lingkungan pendidikan dan budaya membaca yang kuat memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan kreativitasnya. Dari sana, Mario mulai aktif menulis puisi, cerpen, dan esai yang kemudian dipublikasikan di berbagai surat kabar serta buku antologi sastra.

Pendidikan dan Pengembangan Sastra

Masa pendidikan Mario tidak hanya membentuk kemampuan akademiknya, tetapi juga memperkuat minatnya terhadap sastra dan humaniora. Selain aktif menulis, ia juga mendalami sastra klasik dan bahasa Latin. Ketertarikannya terhadap literatur klasik membawanya menjadi penerjemah karya-karya berbahasa Latin ke dalam bahasa Indonesia.

Pengalaman internasional juga turut memperkaya perspektif kesusastraannya. Pada tahun 2017, Mario menjalani program residensi sastra di Italia. Kemudian pada 2019, ia mengikuti program Pertukaran Penyair Indonesia–Inggris yang berlangsung di Makassar, London, dan Hull. Kegiatan tersebut memperluas jejaring sastra internasional sekaligus memperkenalkan karya sastra Indonesia ke tingkat global.

Karier dan Aktivitas Sastra

Sebagai sastrawan, Mario F. Lawi aktif menulis dalam berbagai genre, mulai dari puisi, esai, cerpen, hingga feature. Ia juga dikenal aktif dalam kegiatan literasi dan komunitas sastra. Mario bergiat di Komunitas Sastra Dusun Flobamora, sebuah komunitas yang berperan dalam pengembangan sastra dan budaya di Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, ia turut mengampu rubrik terjemahan di situs bacapetra.co, yang menjadi ruang bagi pengenalan karya-karya sastra dunia kepada pembaca Indonesia.

Kiprah Mario menunjukkan komitmen terhadap pengembangan literasi, pelestarian budaya, dan dialog sastra lintas bahasa serta lintas negara.

Prestasi dan Penghargaan

Perjalanan sastra Mario F. Lawi diwarnai berbagai penghargaan dan pengakuan nasional. Beberapa pencapaiannya antara lain:

  1. NTT Academia Award 2014 kategori Sastra dari Forum Academia NTT.
  2. Penghargaan Taruna Sastra 2015 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
  3. Nominasi Kusala Sastra Khatulistiwa melalui buku puisi Ekaristi dan Mendengarkan Coldplay.
  4. Buku Ekaristi dipilih sebagai Buku Puisi Terbaik Majalah Tempo 2014.
  5. Buku Memoria masuk dalam rekomendasi Buku Puisi Pilihan Majalah Tempo 2013.

Penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi dan kualitas karya-karyanya di dunia sastra Indonesia.

Karya-Karya Penting

Mario F. Lawi telah menghasilkan sejumlah karya puisi dan esai yang mendapat perhatian luas. Beberapa buku puisinya antara lain:

  1. Memoria (Indie Book Corner, 2013).
  2. Ekaristi (PlotPoint Publishing, 2014).
  3. Lelaki Bukan Malaikat (Gramedia Pustaka Utama, 2015).
  4. Mendengarkan Coldplay (Grasindo, 2016).
  5. Keledai yang Mulia (Shira Media, 2019).
  6. Bui Ihi: The Cooling of the Harvest and other Poems (Lontar Foundation, 2019); diterjemahkan oleh John H. McGlynn.
  7. Homo Narrans (Pickpockie Books X Scrinium, 2023).
  8. In Porta Siderum - Di Gerbang Bintang-Bintang (Pickpockie Books X Scrinium, 2023); buku puisi Dwibahasa Latin-Indonesia.

Selain menulis puisi, Mario juga menerbitkan buku esai seperti:

  1. Rumah Kertas, Toko Buku dan Punica: Catatan-Catatan Peristiwa (Dusun Flobamora, 2021); esai pengalaman literasi.
  2. Menemukan Priamel di Bulan (Perkumpulan Komunitas Sastra Dusun Flobamora, 2024); esai sastra.
  3. Sejarah Lenyap dalam Ruang Pameran (Perkumpulan Komunitas Sastra Dusun Flobamora, 2025)

Dalam bidang penerjemahan, ia menerbitkan:

  1. Puisi-Puisi Pilihan Catullus (Gambang Buku Budaya, 2019)
  2. Elegidia (Rua Aksara, 2019)

Karya-karyanya juga hadir dalam berbagai antologi sastra nasional dan internasional, memperlihatkan kontribusinya dalam memperluas cakupan sastra Indonesia di panggung global. Berikut di antaranya:

  1. Tuah Tara No Ate: Temu Sastrawan Indonesia ke IV (Ummu Pres, 2011).
  2. Sauk Seloko: Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI Jambi, 28-31 Desember 2012 (Dewan Kesenian Jambi, 2012).
  3. Through Darkness to Light: A Bilingual Anthology of Indonesian Writing (Yayasan Mudra Swari Saraswati, 2013).
  4. Out of Ubud: Selected Works by New Voices at the Ubud Writers & Readers Festival (Lontar Foundation, 2014).
  5. Dari Timur: Tulisan Pilihan Makassar International Writers Festival (Gramedia Pustaka Utama, 2017).
  6. Sungai-Sungai Dalam Dirimu: Antologi Puisi Pilihan Basabasi.co 2018 (Basabasi, 2018).
  7. Mata Khatulistiwa: Antologi Puisi Penyair Nusantara (Lembaga Seni dan Sastra Reboeng, 2018).
  8. I am both Stranger and of this Place: Poems from Indonesia and the UK (Wrecking Ball Press, 2019).
  9. Daba: Ritus Inisiasi Anak Jingitiu di Desa Pedarro, Pulau Sabu (Perkumpulan Komunitas Sastra Dusun Flobamora, 2025); ditulis bersama Tersiana A. Huki.

Visi dan Kontribusi

Melalui karya-karyanya, Mario F. Lawi dikenal sebagai penulis yang menghadirkan refleksi tentang kemanusiaan, budaya, spiritualitas, dan pengalaman sosial dengan pendekatan puitis yang khas. Kehadirannya di dunia sastra Indonesia turut memperkuat representasi penulis dari Indonesia Timur dalam percakapan sastra nasional.

Dedikasinya terhadap literasi, penerjemahan, dan pengembangan komunitas sastra menunjukkan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem kebudayaan yang inklusif dan beragam. Dengan konsistensi berkarya serta keterlibatan aktif di berbagai forum sastra, Mario F. Lawi terus menjadi salah satu figur penting dalam perkembangan sastra Indonesia kontemporer.

© Artikel Populer. All rights reserved.