Profil Ariffin Noor Hasby: Penyair dan Penulis Sastra dari Kalimantan Selatan

Ariffin Noor Hasby merupakan penyair, penulis, dan esais asal Kalimantan Selatan yang dikenal melalui karya-karya puisi, esai, artikel, serta ...

Ariffin Noor Hasby merupakan penyair, penulis, dan esais asal Kalimantan Selatan yang dikenal melalui karya-karya puisi, esai, artikel, serta cerita rakyat berbahasa Banjar. Kiprahnya di dunia sastra telah berlangsung sejak awal 1980-an, dengan karya yang dipublikasikan di berbagai media lokal maupun nasional. Selain berkarya sebagai sastrawan, ia juga menjalani karier sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Ariffin Noor Hasby

Identitas

  • Nama lengkap: Ariffin Noor Hasby
  • Tempat lahir: Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan
  • Tanggal lahir: 20 Februari 1964

Ariffin Noor Hasby lahir di Marabahan dan sejak usia sekitar satu tahun mengikuti orang tuanya yang pindah tugas ke Banjarbaru. Kota tersebut kemudian menjadi tempat ia tumbuh, menempuh pendidikan, sekaligus mengembangkan minatnya di bidang sastra.

Latar Keluarga

Ariffin Noor Hasby merupakan anak kelima dari sembilan bersaudara. Ia adalah putra pasangan H.M. Muzaini Bakry dan Hj. Siti Rizkiah, yang berasal dari suku Bakumpai di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Lingkungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan minat bacanya. Ayahnya bekerja di Kantor Wilayah Departemen Penerangan (Kanwil Deppen) Provinsi Kalimantan Selatan dan memiliki koleksi buku nonfiksi yang banyak dibaca Ariffin sejak kecil. Kebiasaan membaca tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan kepenulisannya.

Dari sisi garis keturunan, Ariffin Noor Hasby masih memiliki hubungan keluarga sebagai keturunan ketujuh dari ulama besar Kalimantan, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datuk Kalampayan).

Dunia kepenulisan juga telah hadir dalam lingkungan keluarganya. Ayahnya pernah berprofesi sebagai wartawan di Banjarmasin, sedangkan pamannya, Drs. Nurchalis Bakry, dikenal sebagai cerpenis dan penulis dengan nama samaran Murni Budhy.

Pendidikan

Ariffin menyelesaikan pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas di Banjarbaru.

Pada tahun 1983 ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) dan menyelesaikan studinya pada tahun 1988.

Selama duduk di bangku SMA, ia dikenal sebagai siswa berprestasi dan beberapa kali meraih peringkat pertama di kelas jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Ketika menjadi mahasiswa, ia juga memperoleh beasiswa pemerintah selama dua tahun, yaitu pada periode 1984–1986.

Selain pendidikan formal, Ariffin mengembangkan kemampuan sastranya secara otodidak melalui kebiasaan membaca dan menulis sejak usia remaja.

Awal Perjalanan Sastra

Minat Ariffin terhadap sastra mulai tumbuh ketika masih duduk di bangku SMP. Saat kelas dua SMP, ia mulai menulis puisi yang kemudian dipajang di majalah dinding sekolah.

Keberaniannya untuk mempublikasikan karya muncul pada tahun 1982 ketika puisi pertamanya dimuat di rubrik "Dahaga" Harian Banjarmasin Post.

Berawal dari menulis puisi, ia kemudian memperluas bidang kepenulisannya ke esai, artikel, cerita pendek, hingga cerita rakyat berbahasa Banjar.

Karier Profesional

Sejak masih menjadi mahasiswa, Ariffin telah bekerja di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Penerangan (Kanwil Deppen) Kalimantan Selatan.

Setelah Departemen Penerangan dilebur dalam restrukturisasi pemerintahan, ia kemudian dimutasikan ke Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2002.

Di luar pekerjaan sebagai aparatur sipil negara, Ariffin tetap aktif berkarya di bidang sastra dan kepenulisan.

Karya dan Publikasi

Karya-karya Ariffin Noor Hasby telah dipublikasikan di berbagai media cetak maupun elektronik, di antaranya:

  1. Banjarmasin Post
  2. Dinamika Berita
  3. Media Masyarakat
  4. Radar Banjarmasin
  5. Pelita
  6. Pikiran Rakyat
  7. Yogya Post
  8. Berita Nasional
  9. Tabloid Swadesi
  10. Tabloid Cempaka (Semarang)
  11. Majalah Mitra
  12. Hai
  13. Estafet
  14. Ceria
  15. Dharma Wanita
  16. Sabili
  17. Harian Angkatan Bersenjata
  18. Majalah Bahana (Brunei Darussalam)
  19. RRI Banjarmasin
  20. Radio Deutsche Welle (Suara Jerman)
  21. Majalah Annida
  22. Anita Cemerlang

Selain menggunakan nama asli, ia juga pernah memakai nama pena Ria F. Anestasia dalam sejumlah esai yang dimuat pada kolom Tangkujuh di Banjarmasin Post (1994–1995) serta kolom Surat Sastra di Radar Banjarmasin (2005).

Cerita Pendek dan Cerita Rakyat

Selain puisi, Ariffin pernah menulis cerpen berjudul "Cinta dan Kerinduan" yang dimuat di Dinamika Berita.

Ia juga menghasilkan sekitar 15 cerita rakyat berbahasa Banjar bertokoh Si Palui yang dimuat secara berkala di Banjarmasin Post pada periode 1999–2002.

Buku Tunggal

Ariffin Noor Hasby telah menerbitkan beberapa buku puisi, yaitu:

  1. Kota yang Bersiul (2012)
  2. Salawat Laut (2013)
  3. Rumah Lanting (2017)
  4. Wajah Seorang Ibu (2019)

Antologi Bersama

Puisi-puisinya juga dimuat dalam berbagai antologi bersama, antara lain:

  1. Tenunan Hari Esok (BKKN Kalimantan Selatan, 1983)
  2. Langkah di Bagi Langkah Terus ke Depan (Kanwil Deppen Kalimantan Selatan, 1985)
  3. Bias Al Qur'an Dalam puisi (LPTQ Kalimantan Selatan, 1986)
  4. Elite Penyair Kalimantan Selatan 1979-1985 (Puskajimastra Banjarmasin, 1986)
  5. Cerita dari Hutan Bakau (Pustaka Sastra Jakarta, 1994)

Selain antologi tersebut, karya-karyanya juga hadir dalam berbagai kumpulan puisi bersama lainnya.

Prestasi dan Penghargaan

Selama berkarya, Ariffin Noor Hasby memperoleh sejumlah penghargaan dalam bidang sastra, di antaranya:

  1. Juara III Lomba Cipta Puisi Peringatan Wafat Chairil Anwar se-Kalimantan Selatan (1984)
  2. Juara III Lomba Cipta Puisi Hari Kebangkitan Nasional se-Kalimantan Selatan (1985)
  3. Juara I Lomba Cipta Puisi versi Radio Mercu Clan Martapura se-Kalimantan Selatan (1988)
  4. Juara I Lomba Cipta Puisi tentang Kota tingkat nasional versi Dewan Kesenian Daerah Banjarbaru (2002)

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya di bidang sastra, pada 17 Oktober 2005 ia menerima Hadiah Seni dari Gubernur Kalimantan Selatan, bersama penerima penghargaan dari bidang musik, seni lukis, teater, dan tari.

Aktivitas Sastra dan Organisasi

Ariffin Noor Hasby aktif mengikuti berbagai forum sastra, baik tingkat regional maupun nasional. Beberapa kegiatan yang pernah diikutinya meliputi:

  1. Temu Sastra di Martapura (1988).
  2. Festival Puisi Kalimantan di Banjarmasin (1992).
  3. Forum Baca Puisi 18 Penyair Kalimantan Selatan (2000).
  4. Forum Cakrawala Sastra Indonesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2005).
  5. Berbagai seminar sastra yang diselenggarakan Balai Bahasa Banjarmasin.

Dalam bidang organisasi sastra, ia pernah menjadi:

  1. Anggota Keluarga Penulis Banjarbaru (1989–1991).
  2. Wakil Ketua HIMSI Cabang Kabupaten Banjar (1989–1992).

Pada tahun 1996, bersama H. Eza Thabry Husano dan sejumlah rekan lainnya, ia turut mendirikan komunitas Kilang Sastra Batu Karaha di Banjarbaru. Melalui komunitas ini diterbitkan sejumlah antologi puisi yang didistribusikan secara terbatas, termasuk ke Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Jakarta serta Perpustakaan Cabang Universitas Leiden di Jakarta.

Pengakuan dalam Dunia Sastra

Walaupun lebih dikenal di lingkungan sastra Kalimantan Selatan, kiprah Ariffin Noor Hasby telah memperoleh pengakuan melalui pencantuman biografi dan profil kepenyairannya dalam sejumlah referensi sastra Indonesia, antara lain:

  1. Buku Pintar Sastra Indonesia (Kompas, 2000)
  2. Leksikon Susastra Indonesia (Balai Pustaka, 2000)
  3. Ensiklopedi Sastra Indonesia (Bina Ilmu, 2004)
  4. Ensiklopedia Sastra Kalimantan Selatan (Balai Bahasa Banjarmasin, 2008)
  5. Apa dan Siapa Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi, 2017)

Ariffin Noor Hasby merupakan salah satu penulis dan penyair yang konsisten berkarya dari Kalimantan Selatan. Melalui puisi, esai, artikel, cerita pendek, dan cerita rakyat berbahasa Banjar, ia berkontribusi dalam memperkaya khazanah sastra daerah maupun nasional. Selain menjalani karier sebagai aparatur sipil negara, ia terus aktif menulis dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sastra, sehingga namanya tercatat dalam sejumlah ensiklopedia dan referensi sastra Indonesia.

© Artikel Populer. All rights reserved.